Mataram (04/09/2019): sebagai rangkaian kegiatan yang menandakan dimulainya aktifitas perkuliahan di kampus oleh mahasiswa baru dan civitas akademika, rabu 4 september 2019 Fakultas Ushuluddin Dan Studi Agama mengadakan Studium Generale dengan tema “Penguatan Nalar Politik Mahasiswa, Berbasis Pancasila Dan Nilai-Nilai Politik Islam di Era Revolusi Industri 4.0”  yang disampaikan oleh ketua KPU Provinsi Nusa Tenggara Barat. Pemilihan tema tersebut tidak lepas dari bentuk kesadaran kita semua dalam memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai isu-isu dan dinamika teraktual berkaitan dengan perkembangan pemilu yang baru saja dilewati dan berhasil dilakukan oleh bangsa Indonesia, dikaitkan dengan penggunaan tekhnologi yang digunakan KPU dalam menunjang lancarnya perhitungan suara, dihubungkan dengan beragam bentuk tekhnologi yang menandakan masuknya era revolusi industry 4.0.

Acara berlangsung meriah dengan dihadiri para pimpinan universitas, fakultas dan program studi. Diantarannya hadir Bapak Wakil Rektor I Prof Dr. H Masnun, MA, Ibu Wakil Rektor II Dr. Hj. Faizah, MA Dekan Dr. H.M. Zaki, M.Pd, Wakil Dekan satu, dua dan tiga, dan semua ketua program studi.

Sambutan pertama disampaikan oleh bapak Dekan Dr. H.M. Zaki, M.Pd, dalam kesempatan ini beliau menyampaikan, hari ini saya sangat bahagia karena baru kemarin dapat berita gembira bahwa prodi Sosisologi Agama mendapat akreditasi B walupun baru pertama kali mengajukan proses akreditasi dan ini prestasi luar biasa, sebanding dengan prodi lain yang sudah lama berdiri, semoga perstasi ini juga bisa diraih oleh dua prodi yang sedang mengajukan proses akreditasi, tandasnya. Terimaksih sebesar-besarnya disampaikan atas peran serta semua panitia atas terselenggaranya acara ini dan pada semua pimpinan yang turut hadir serta kepada semua mahasiswa yang berjumlah sekitar 600 orang lebih yang hadir memenuhi acara tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, sambutan kedua sekaligus membuka acara disampaikan oleh Wakil Rektor I bidang akademik Prof. Dr. H Masnun, MA. Beliau menyampaikan bahwa acara yang dilakukan oleh Fakultas Ushuluddin Dan Studi Agama ini merupakan satu bentuk akomodasi akademik yang relevan dalam menjawab tantangan zaman, hari ini dunia sudah banyak mengalami perubahan dan perkembangan, maka salah satu tugas utama dunia pendidikan terutama kampus adalah menyediakan pendidikan yang menjawab kebutuhan zaman, oleh sebab itu mahasiswa baru yang ada di fakultas ushuluddin hari ini sangat beruntung karena kedepan akan banyak diberikan mata kuliah keahlian yang sangat dibutuhkan.

Apalagi di fakultas ushuluddin ini lengkap, jika membutuhkan penghafal al-Quran yang paham maknanya tinggal diskusi dengan mahasiswa yang jurusan Ilmu al-Qur’an dan Tafsir jika membutuhkan solusi masalah sosial dimasyarakat tinggal diskusi dengan mahasiswa jurusan Sosiologi Agama, dan jika membutuhkan analisa mengenai dinamika politik maka tinggal diskusi sama mahasiswa Pemikiran Politik Islam, jadi lengkap apa yang kita cari, tinggal sekarang kalian harus sungguh-sungguh dalam belajar, tandasnya.

Sebagai acara inti dalam stadium Generale ketua KPU NTB Bapak Suhardi Soud, banyak menyampaikan berbagai perkembangan dunia perpolitikan di Indonesia akhir-akhir ini, salah satunya berkaitan dengan pemilu yang baru saja dilewati. Diantara beberapa point penting yang disampaikan adalah awalnya demokrasi itu bebas nilai. Dalam dinamikanya akhirnya ia perlu diberi makna dgn nilai kebaikan, dalam hal ini kedaulatan rakyat. Sehingga implikasi praksisnya adalah “One man one vote and one man one value” (setiap orang punya hak 1 suara yg sama dan tiap orang punya hak 1 nilai yg sama).

Berikutnya lebih menggelitik, ia menyampaikan bahwa Kenapa mahasiswa perlu berperan menyukseskan Pemilu? Karena mahasiswa termasuk kelas sosial menengah (dalam hal pengetahuan dan idealisme) yg berkontribusi menyukseskan PEMILU dengan sejumlah kelebihan (1) Sarana penyaluran aspirasi, (2) Menghasilkan pemimpin yg legitimate, (3) Periodesasi kepemimpinan, (4) Terjaminnya suara rakyat, (5) Masyarakat sadar politik, dan (meningkatkan kesejahteraan). Integritas dan profesionalisme itu barang “mahal”, karenanya harus diasah dan dirawat sejak menjadi mahasiswa. {ih}