
Mataram – Sebagai bagian dari upaya strategis dalam pengembangan akademik, Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama (FUSA) UIN Mataram menyelenggarakan kegiatan Coaching Clinic yang bertujuan untuk memperkuat kapasitas tim pengusul program studi baru dalam merancang kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE). Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Senin, 1 September 2025, bertempat di Gedung Training Center UIN Mataram, dengan melibatkan 120 peserta dari unsur pimpinan, dosen, alumni, serta tim penyusun prodi baru.
Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam proses pengusulan tiga program studi baru, yaitu Prodi Ilmu Hadis, Prodi Tasawuf dan Psikoterapi, dan Prodi Studi Agama-agama. Ketiga prodi ini dirancang untuk menjawab kebutuhan akademik dan sosial yang berkembang di masyarakat, serta memperkuat kontribusi FUSA dalam pengembangan keilmuan Islam dan studi lintas agama. Masing-masing prodi memiliki karakteristik dan fokus kajian yang berbeda, namun tetap berlandaskan pada integrasi nilai-nilai keislaman, pendekatan ilmiah, dan relevansi sosial.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber ahli kurikulum, Noviandi Widiyadharma dan Munawar Ahmad dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, serta dipandu oleh moderator Muhammad Taufiq. Materi yang disampaikan mencakup prinsip-prinsip dasar OBE, integrasi Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), serta kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Peserta dibekali dengan teknik penyusunan profil lulusan, capaian pembelajaran lulusan (CPL), pemetaan mata kuliah, dan penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang berorientasi pada student centered learning.
Diskusi berlangsung aktif dan menghasilkan berbagai masukan konstruktif, termasuk strategi penyusunan CPL yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan visi keilmuan masing-masing prodi. Untuk Prodi Ilmu Hadis, peserta menekankan pentingnya penguatan metodologi kritik sanad dan matan serta integrasi kajian digitalisasi hadis. Prodi Tasawuf dan Psikoterapi mendapat perhatian khusus dalam hal pendekatan interdisipliner antara spiritualitas Islam dan ilmu psikologi modern. Sementara Prodi Studi Agama-agama diarahkan untuk memperkuat kompetensi dialog antaragama, pemahaman lintas budaya, dan kajian pluralisme keagamaan.
Kegiatan ini didanai melalui DIPA UIN Mataram Tahun Anggaran 2025 dan menjadi tonggak awal dalam penyusunan dokumen akademik ketiga program studi baru. Hasil dari Coaching Clinic ini akan ditindaklanjuti melalui pembentukan tim kurikulum yang bertugas menyusun dokumen lengkap, termasuk visi-misi, profil lulusan, CPL, bahan kajian, struktur kurikulum, dan RPS. Dengan semangat kolaboratif dan komitmen sivitas akademika, FUSA siap melahirkan program studi baru yang unggul, relevan, dan berdaya saing tinggi di tingkat nasional maupun internasional. [elqudsy]