Mataram, 27 02 2023. Rapat Kerja ini, dipimpin dan dibuka lansung oleh Dekan Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama Dr. Lukman Hakim, M.Pd. Hadir dalam Rapat Kerja Pimpinan Fakultas, yaitu jajaran Wakil Dekan, Kabag TU, Kaprodi & Sekprodi, Pengelola Jurnal, Dosen, tenaga kependidikan di lingkungan Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama UIN Mataram.

Dalam RAKER kali ini, Wakil Dekan II Dr. Maimun Zubair, M.Pd didaulat sebagai narasumber utama, dengan melaporkan 3 (tiga) hal penting, meliputi; pertama melaporkan Program Anggaran DIPA tahun 2023, Kedua, melaporkan Program Anggaran DIPA tahun 2024, Ketiga melakukan evaluasi capaian serapan anggaran ditahun 2022. Selanjutnya Wakil Dekan 1 Dr. HM. Taufik,, Lc.,MHI merespon laporan Wakil Dekan II dengan menyampaikan bahwa Anggaran DIPA harus berorientasi pada Borang Akreditasi, untuk anggaran DIPA 2025 tidak hanya berorientasi pada kegiatan dalam skala nasional tetapi juga berorientasi pada kegiatan internasional, dalam membuat Program Kerja seyogyanya berorientasi pada skala prioritas,  sehingga hal-hal yang tidak sesuai dapat diminimalisir, capaian Akreditasi  unggul pada Prodi di lingkungan Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama, terutama untuk Prodi Sosiologi Agama dan Prodi Ilmu al-Qur’an dan Tafsir untuk segera diwujudkan. Selanjutnya, Wakil Dekan III Bapak Dr. Bahtiar, M.Pd menyoroti kegiatan mahasiswa, dalam beberapa kompetisi dalam berbagai macam kegiatan seperti kompetisi karya ilmiah di tingkat nasional, dan kompetisi lainnya menjadi salah satu prioritas kita di Fakultas, imbuhnya.

Acara dilanjutkan dengan tanggapan dari masing-masing Kaprodi di lingkungan Fakulas Ushuluddin dan Studi Agama UIN Mataram. Kaprodi IQT (Ilmu Qur’an dan Tafsir) Dr. Zulyadaian, MA menyampaikan tiga hal, meliputi kenaikan anggaran DIPA sudah mesti ditingkatkan dari 10 % menjadi 25 % dengan argument, sebagai berikut; pertama bahwa setiap tahun mahasiswa FUSA semakin banyak sehingga membutuhkan atensi, kuantitas pelayanan bimbingan oleh para Dosen yang berimplikasi pada pembayaran,  yang makin meningkat, kedua; kegiatan praktikum sudah seharusnya berkolaborasi dengan pondok pesantren, dan ketiga menyangkut anggaran laboratorium yang belum maksimal. Selanjutnya, Kaprodi Sosiologi Agama menyampaikan beberapa hal terkait dengan asumber anggaran untuk konsumsi untuk kegiatan lembur, kemudian mekanisme  dalam pencairan dana akreditasi di masing-masing Prodi. 

Rapat Kerja Pimpinan Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama kali ini, memiliki beberapa point-point utama yang harus jadi program prioritas dalam penyerapan anggaran, antara lain meliputi; Penguatan Kelembagaan Prodi, Penguatan Jurnal dan Penerbitan, Penguatan Kerjasama, Peningkatan Kualitas Mahasiswa, Memberdayakan Prodi dalam Berbagai Kegiatan, Peningkatan Sapras, Menghidupkan Suasana Akademik, serta Supervisi Akademik, Non Akademik dan Manajerial. Semoga agenda Rapat Kerja Pimpinan Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama dapat menjadi momentum evaluasi dan koreksi dalam mewujudkan UIN Mataram yang Unggul.

Wallohua’lam bissowab

By M. Syamsurrijal17@gmail.com