Mataram — Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama (FUSA) Universitas Islam Negeri Mataram sukses menyelenggarakan kegiatan Studium Generale pada Rabu, 29 April 2026, bertempat di Auditorium UIN Mataram. Kegiatan ini mengangkat tema “Revitalisasi Nilai-Nilai Sosial Keagamaan dan Kearifan Lokal dalam Kebijakan Pengembangan Pariwisata Daerah.”
Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag., serta narasumber Bupati Kabupaten Lombok Utara yang diwakili oleh Pelaksana Harian (Plh.) Sekretaris Daerah Lombok Utara, dan Dekan FUSA, Prof. Dr. Suprapto, M.Ag.

Dalam sambutannya, Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag., menegaskan pentingnya integrasi nilai-nilai keagamaan dalam pembangunan daerah, khususnya sektor pariwisata. Selain itu, ia juga menyampaikan kabar baik terkait pengembangan fasilitas kampus, bahwa gedung FUSA dalam waktu dekat akan segera direnovasi guna meningkatkan kualitas sarana dan prasarana penunjang kegiatan akademik.
Sementara itu, perwakilan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara melalui Plh. Sekretaris Daerah menyampaikan bahwa potensi kearifan lokal yang dimiliki daerah merupakan kekuatan utama dalam pengembangan pariwisata yang berkelanjutan. Ia menekankan bahwa kebijakan pariwisata harus tetap berpijak pada nilai-nilai budaya dan sosial masyarakat setempat agar tidak tergerus oleh arus modernisasi.

Dekan FUSA UIN Mataram, Prof. Dr. Suprapto, M.Ag., juga menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya akademik untuk mendorong mahasiswa agar lebih peka terhadap isu-isu sosial keagamaan di tengah perkembangan global. Ia berharap mahasiswa dapat berkontribusi aktif dalam merumuskan gagasan inovatif yang berbasis nilai-nilai lokal.

Sementara ketua panitia kegiatan, Prof. Dr. Winengan, M. Si, yang juga Wakil Dekan I bidang akademik dan kelembagaan menyampaikan bahwa kegiatan SG yang menghadirkan kepala daerah sebagai narsumnya merupakan wujud dari tindaklanjut jalinan MoU antara kampus dan pemerintah daerah dalam rangka mewujudkan kampus berdampak dalam kehidupan sosial keagamaan masyarakat seiring dengan kebijakan pengembangan berbagai potensi daerah.I
Kegiatan Studium Generale ini berlangsung dengan antusiasme tinggi dari para peserta yang terdiri dari mahasiswa, dosen, serta tamu undangan. Diskusi yang berlangsung tidak hanya memperkaya wawasan akademik, tetapi juga membuka ruang kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam merancang kebijakan pariwisata yang berkelanjutan dan berkarakter.
Melalui kegiatan ini, FUSA UIN Mataram menegaskan komitmennya sebagai institusi akademik yang berperan aktif dalam menjawab tantangan pembangunan daerah berbasis nilai-nilai sosial keagamaan dan kearifan lokal.