Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama (FUSA) UIN Mataram menyelenggarakan Workshop Kurikulum pada Selasa, 2 September 2025 bertempat di Gedung Training Center UIN Mataram. Kegiatan ini diikuti oleh 70 peserta yang terdiri dari unsur pimpinan, dosen, alumni, dan pengguna alumni. Berdasarkan SK Rektor Nomor 601 Tahun 2025, panitia pelaksana telah ditetapkan secara resmi untuk mendukung kelancaran kegiatan. Workshop ini dipandu oleh moderator Abdul Quddus dan menghadirkan narasumber Munawar Ahmad dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Materi yang disampaikan mencakup pengembangan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE), penyusunan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), serta integrasi kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Narasumber menekankan pentingnya pendekatan constructive alignment dalam perencanaan kurikulum, agar setiap mata kuliah memiliki kontribusi nyata terhadap profil lulusan. Selain itu, peserta diajak memahami struktur kurikulum yang sistematis, mulai dari CPL, CPMK, Sub-CPMK, hingga indikator penilaian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.

Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai masukan dari dosen dan tim pengembang kurikulum. Isu utama yang dibahas meliputi relevansi CPL dengan pasar kerja, fleksibilitas lulusan dalam menghadapi tantangan global, serta mekanisme pengakuan SKS untuk kegiatan MBKM seperti magang dan pertukaran mahasiswa. Peserta juga menyoroti pentingnya membuka jalur karier lulusan FUSA ke sektor media, NGO, pemerintahan, dan industri kreatif, agar prodi Ushuluddin tidak hanya berorientasi akademik tetapi juga sosial dan profesional.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat mutu akademik FUSA dan membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya inovasi kurikulum. Hasil workshop akan menjadi dasar penyusunan kurikulum baru yang lebih kontekstual, aplikatif, dan sesuai standar akreditasi nasional maupun internasional. Dengan pendekatan OBE dan semangat MBKM, FUSA UIN Mataram berkomitmen melahirkan lulusan yang unggul, adaptif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat lokal, nasional, dan global.

            Workshop ini sekaligus menjadi forum evaluatif terhadap implementasi kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di lingkungan FUSA UIN Mataram. Evaluasi dilakukan dengan meninjau efektivitas pelaksanaan program MBKM, seperti magang, proyek kemanusiaan, dan pertukaran mahasiswa, serta bagaimana kegiatan tersebut diakui dalam sistem kredit akademik. Para peserta menekankan pentingnya fleksibilitas kurikulum dalam mendukung mobilitas mahasiswa lintas kampus dan lintas disiplin, serta perlunya penguatan CPL yang mencerminkan kebutuhan riil masyarakat dan dunia kerja.

Selain itu, kegiatan ini juga berfungsi sebagai uji publik terhadap rancangan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) yang tengah dikembangkan oleh FUSA. Uji publik ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk alumni dan pengguna lulusan, untuk menguji keselarasan antara profil lulusan, struktur mata kuliah, dan metode asesmen. Dengan pendekatan constructive alignment, kurikulum dirancang agar setiap komponen pembelajaran berkontribusi langsung pada pencapaian kompetensi utama. Forum ini menjadi ruang validasi akademik sekaligus sosial, memastikan bahwa kurikulum baru tidak hanya unggul secara teoritis, tetapi juga relevan dan aplikatif dalam konteks profesional dan sosial-keagamaan.