Selasa, 26 Maret 2024, badan kegiatan mahasiswa fakultas ushuluddin dan studi agaman (FUSA) UIN Mataram yang terdiri dari Pengurus SEMA, DEMA, HMPS maupun anggotanya, mengadakan acara buka puasa bersama (BUKBER) dengan para pimpinan fakultas (Dekanat/Kaprodi), dan para dosen di lingkup FUSA UIN Mataram. Acara dilakukan di lobi gedung FUSA yang dimulai pada pukul 17.00 WITA. Diawal acara dilakukan pembacaan yasinan bersama yang dipimpin langsung oleh para pengurus SEMA dan DEMA.

Kegiatan Selanjutnya yaitu “Renungan Pengantar Berbuka Puasa” yang diisi oleh bapak Prof. Dr. H. Maimun, M.Pd (Wakil Dekan II FUSA UIN Mataram) dengan tema “Menyingkap Makna Aktivitas Puasa“.

Pada penyampaian Prof Maimun terdapat beberapa poin renungan. Pertama beliau menuturkan bahwa, Jalaluddin Rumi dalam syair sufinya mengatakan: “Tuhan yang kau sembah di bulan Ramadhan adalah Tuhan yang sama yang kau jauhi di bulan-bulan lainnya”. Di kalangan sufi juga ada diksi yang hamper sama, “kun rabbaniyah wala takun ramadhian, jadilah hamba Allah di setiap waktu, jangan hanya di bulan Ramadhan”. Kalimat yang indah ini patut kita renungkan kala melaksanakan aktivitas Ramadhan, agar apa yang kita jalankan selama satu bulan dapat kita aplikasikan dalam sebelas bulan pasca Ramadhan. Jangan hanya rajin beribadah dibulan Ramadhan saja, akan tetapi setelah selesai Ramadhan tidak lagi rajin beribadah, lanjutnya.

Kemudian puasa yang kita jalankan selama 30 hari dibulan suci Ramadhan, sesungguhnya merupakan proses pelatihan atau diklat tentang kepatuhan, keteraturan, dan kesimbangan hidup. Allah SWT dengan kasih sayangnya memberikan satu program untuk mengedukasi kita dalam latihan yang Panjang. Selama 30 hari kita ditempa untuk menjadi manusia tangguh dalam menahan diri untuk tidak makan dan minum, sehingga pasca Ramadhan kita tidak menjadi hamba-Nya yang rapuh dan banyak mengeluh tatkala menghadapi situasi yang tidak baik-baik saja. Begitu pula selama 30 hari kita ditempa dengan syariat ibadah agar pasca Ramadhan kita menjadi hamba-Nya yang teratur dan seimbang antara aktivitas ukhrowi dan dunawi. Ibadah yang kita lakukan selama tiga puluh hari jika kita merujuk kepada ayat Al-Qur’an didalam surat Al An’am ayat 160:

مَنْ جَاۤءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهٗ عَشْرُ اَمْثَالِهَا ۚوَمَنْ جَاۤءَ بِالسَّيِّئَةِ فَلَا يُجْزٰٓى اِلَّا مِثْلَهَا
Siapa yang berbuat kebaikan, dia akan mendapat balasan sepuluh kali lipatnya. Siapa yang berbuat keburukan, dia tidak akan diberi balasan melainkan yang seimbang dengannya”.

Memaknai arti ayat di atas, Prof Maimun mengatakan bahwa ibadah kita nilainya dilipatgandakan sepuluh kali tiga puluh hari sama dengan tiga ratus hari, ditambah dengan nilai ibadah pada malam hari, maka nilainya sama dengan ibadah satu tahun. Wajar kalau Nabi bersabda bahwa akan mengampuni dosa setahun yang lalu bagi hamba yang berpuasa di siang hari dan berdiri di malam hari. Lebih lanjutnya, beliau menyampaikan sebuah hadis tentang menjalankan ibadah karena iman dan mengarapkan pahala dari Allah SWT, berikut hadisnya!

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barang siapa yang puasa Ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala, akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu”. (HR. Bukhari no. 2014).

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Siapa yang mendirikan shalat malam pada Bulan Ramadhan karena iman dan pengharapan pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Diakhir renungan, Prof Maimun menekankan bahwa untuk mencapai nilai ibadah yang begitu tinggi seperti sabda Nabi di atas, perlu kita menjalankannya semata-mata karena Allah SWT, sehingga kita benar-benar serius, benar-benar ikhlas dan benar-benar hati-hati. Melaui renungan ini juga beliau berharap semoga kita bisa mengisi beberapa hari terakhir dibulan ramadhan ini dengan penuh keberkahan atas makna-maknanya.

Kegiatan selanjutnya yaitu pembacaan do’a menjelang berbuka puasa yang dipimpin oleh Dr. Nuruddin, M.Si. (Ketua Prodi Sosiologi Agama).

Setelahnya diikuti berbuka puasa sealakadarnya untuk segera melakukan sholat magrib berjamaah yang juga dipimpin oleh bapak Kaprodi Sosiologi Agama. Selepas sholat magrib baru dilakukan acara makan bersama dan silaturahmi.

Diakhir kegiatan dilakukan sesi foto bersama dengan dipimpin oleh Wakil Dekan III, Prof. Dr. Bahtiar, M.Pd, Si., dan beliau menjelaskan bahwa ini merupakan salah satu bentuk agenda dari badan kegiatan mahasiswa (BKM) yang setiap tahunnya seharusnya tetap ada. Kegiatan ini adalan sebagai wadah kita bersilaturahmi dan juga untuk mempererat tali persaudaraan kita sesama muslim. Tidak lupa beliau berpesan untuk tetap semangat menjalankan kegiatan perkuliahan ditengah menjalankan ibadah puasa! Kemudian beliau mengajak para mahasiswa untuk berfoto di depan fakultas kebanggan FUSA UIN Mataram.