Visiting Lecturer Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama (FUSA) UIN Mataram mengangkat tema “Academic Writing, Publication and Reference Manager†dengan menghadirkan salah satu dosen dan peneliti di bidang multimedia, Universiti Utara Malaysia, Dr. Sobihatun Nur Abdul Salam yang juga merupakan Wakil Dekan (Deputy Dean) di School of Multimedia Technology and Communication, UUM.
Acara ini dihadiri oleh mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama, yang dibuka oleh Dekan Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama, Dr. H. Lukman Hakim, M.Pd. Dalam sambutannya, Dekan FUSA menyampaikan bahwa kegiatan Visiting Lecturer ini pada dasarnya adalah tindak lanjut dari kerjasama antara UIN Mataram dan Universiti Utara Malaysia. Melalui kehadiran Dr. Sobihatun sebagai pemateri, diharapkan tidak saja membuka wawasan dan skill mahasiswa dalam persoalan penulisan dan publikasi artikel, namun juga bisa memberikan peluang terjalinnya kerjasama yang lebih intensif dalam bidang penelitian dimana para dosen UIN Mataram khususnya Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama dapat berkolaborasi dengan pihak UUM dalam penelitian yang luarannya berupa publikasi internasional. Lebih jauh, Dr. Lukman Hakim M.Pd memaparkan bahwa revolusi industri 4.0 melahirkan tantangan-tantangan yang belum pernah ada di era sebelumnya. Di Era IR 4.0 yang diwarnai dengan digitalisasi dan masifnya penggunaan informasi teknologi menuntut bidang pendidikan memiliki kapasitas yang memadai dalam merespon tantangan-tangan tersebut, termasuk didalamnya penggunaan multimedia dalam pengajaran.

Acara ini visiting lecturer yang dimoderatori Purnami Safitri, M.A ini diawali dengan pemaparan Dr. Sobihatun mengenai kunci keberhasilan menulis dalam era Revolusi Industri 4.0, yang salah satunya adalah adalah kemampuan kita memanfaatkan kecanggihan teknologi seperti artificial intelegence (AI) dan juga reference manager.

Selanjutnya Dr. Sobihatun juga membahas AI yang contohnya adalah chat GPT dan Perplexity yang bisa sangat membantu dalam proses penulisan. Kunci dari teknologi AI ini adalah prompt atau perintah yang didesain oleh kita. Dr. Sobihatun kemudian mendemonstrasikan penggunaak chat GPT dan Perpexity AI dan memaparkan perbedaan keduanya. Dalam pandangan Dr. Sobihatun, Perplexity AI dapat dikatakan lebih baik dari chat GPT karena teknologi AI ini difokuskan untuk dunia akademik.

Pada akhir pemaparannya, Dr. Sobihatun mengingatkan bahwa dalam situasi perkembangan teknologi yang masif, kita, manusia, yang menjadi pengguna sekaligus penciptanya harus memastikan teknologi tidak boleh merenggut kebebasan dan kapasitas manusia. Teknologi harus dibawah kontrol manusia, bukan sebaliknya. Oleh karenanya, kita sebagai generasi yang mengisi era Revolusi Industri 4.0 menuju Revolusi Industri 5.0 harus terus memperkuat kapasitas diri dengan terus belajar.

Diakhir kegiatan dilakukan pemberian cinderamata sebagai simbolis ucapan terimakasih dan penghargaan kepada Dr. Sobihatun oleh Dr. H. Muhammad Taufiq, Lc., M.H.I. selaku Wakil Dekan I Fusa UIN Mataram
