LAPORAN PERJALANAN TIM DEKANAT KE IAIN MANADO MENGIKUTI FORUM DEKAN FAKULTAS USHULUDDIN SE-INDONESIA DAN ANNUAL CONFRENCES

Forum Dekan Fakultas Ushuluddin (Fordek) merupakan agenda rutin setiap tahun bagi para Dekan dan pimpinan fakultas Ushuluddin untuk  membincang rancangan program berbasis kualitas dan kompetitif. Forum ini juga menjadi wadah evaluasi perjalanan lembaga dalam kurun satu tahun.

Kegiatan pertemuan forum Dekan Fakultas Ushuluddin se-Indonesia tahun 2022 bertempat di Manado dihadiri kurang lebih 30 Dekan mengangkat tema “Mewujudkan Fakultas Ushuluddin yang Unggul dan Terkognisi Global”

Tema ini sekaligus menjadi latar tema Annual Confrences yang menjadi rangkaian dari kegiatan forum Dekan Fakultas Ushuluddin se Indonesia di Manado.

Berbagai agenda jangka pendek, menengah, dan jangka panjang pengembangan Fakultas Ushuluddin dibincang hangat dalam setiap pertemuan Forum Dekan, tak terkecuali pada pertemuan tahun 2022 ini yang hangat dibincang-rembuk adalah Kurikulum Kampus Merdeka dan Merdeka Belajar.

Juga tak kalah hangatnya adalah bagaimana agar prodi yang ada di bawah naungan Fakultas Ushuluddin mendapatkan nilai unggul dalam akreditasi prodi.

Inilah beberapa tema hangat di sela-sela keakraban para Dekan dan peserta kegiatan Forum Dekan Fakultas Ushuluddin se-Indonesia yang dikomendani oleh Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Manado.

Hari Pertama

Kegiatan forum Dekan Fakultas Ushuluddin se-Indonesia yang diselenggarakan pada tanggal 2-5 Juni 2022 di Manado tepatnya IAIN Manado dirangkai dengan kegiatan Annual Konferences mengangkat Tema “Mewujudkan Fakultas Ushuluddin yang Unggul dan Terkognisi Global”

Hadir dari Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama UIN Mataram adalah Dekan FUSA (Dr. H. Lukman Hakim, M.Pd), Wakil Dekan I (Dr. HM. Taufik, Lc, MA), dan Wakil Dekan II (Dr. H. Maimun, M.Pd).

Peserta UIN Mataram bertolak dari Mataram pada hari Rabu 1 Juni 2022 dan tiba di Manado tanggal 2 Juni 2022 pukul 07.10 menit waktu Manado. Setibanya rombongan UIN Mataram di Bandara Samratulangi Manado pada hari pertama kegiatan Forum Dekan, disambut hangat oleh Dekan FUAD IAIN Manado (Dr. Edi Gunawan, M.Hi).

Sesampai di Kota Mando, dari bandara internasional Samratulangi langsung menuju salah satu koliner terkenal yang sudah buka sejak subuh untuk melayani sarapan para pekerja kantoran maupun lapangan, yakni Warung Nasi Kuning Sederhana.

Selepas sarapan nasi kuning yang sangat enak dan lezat yang disiapkan oleh panitia untuk para peserta Forum Dekan yang datang pagi hari di bumi Manado, kami langsung menuju Hotel Sintesa Paninsula Gunung Wenang Manado tempat diselenggarakannya Annual Conferences.

Sesampai di lobi hotel, ternyata belum bisa check in kamar, harus menunggu sampai pukul 12.00 waktu Manado. Untuk mengisi kekosongan aktivitas sebelum masuk kamar hotel, kami tim UIN Mataram mengambil kesempatan untuk berziarah ke salah satu makam ulama Sumatera yang sekaligus sebagai pahlawan nasional yang diasingkan oleh Penjajaha Belanda yakni Imam Bonjol.

Tidak sereg rasanya didalam hati jika tidak berziarah ke makam tokoh pahlawan yang ulama, dan di atas pusara Imam Bonjol kami bertahlil dan berdoa yang dipimpin oleh Wakil Dekan 1 sebagai momen “kulo nuwun/betabek” memasuki bumi Manado.

Selanjutnya kami beristirahat di hotel yang telah disiapkan oleh panitia yakni di hotel Sintesa Paninsula di jalan Jenderal Sudirman Gunung Wenang Manado Sulawesi Utara.

Sebagai kegiatan pertama pertemuan Forum Dekan Ushuluddin se-Indonesia pada pukul 18. 30 Waktu Manado adalah penerimaan tim Forum Dekan oleh Walikota Manado sekaligus Pembukaan kegiatan Forum Dekan dan Annual Conference bertempat di Aula Kantor Walikota Manado.

Acara pembukaan di aula Walikota Manado diawali dengan jamuan santap malam dengan menu khas Manado “Gule Sapi” dan beberapa jenis masakan khas lainnya. Sekitar delapan puluhan orang peserta menikmati sajian makan malam yang disajikan Walikota Manado.

Selepas santap malam, acara pembukaan dalam acara seremonial diawali dengan pembacaan kalam ilahi, lagu Indonesia Raya, dan sajian Tari Kabela (Tari penyambutan tamu).

Kemudian usai hiburan dilanjutkan dengan sambutan Dekan (Bapak Dr. Edi Gunawan, M.HI), beliau memberi ucapan Selamat Datang kepada para peserta dan merasa berbahagia atas kunjungan peserta meramaikan acara Forum Dekan tahun 2022 di Manado.

Beliau juga menyampaikan bahwa, Forum Dekan yang pertama dihadiri adalah Forum Dekan di UIN Semarang, saat itu di samping memilih ketua Forum, juga menentukan Pertemuan Forum Dekan yang berikut. Saat dirembug secara aklamasi peserta Forum Semarang menyebut kegiatan berikut di IAIN Manado.

Rupanya suara aklamasi itu dipengaruhi oleh profokator andal yakni Dekan Ushuluddin Yogyakarta (Dr. Inayah Rahmaniah, MA), karena sebelumnya beliau pernah ke Manado bersama keluarga, melakukan senakling di Bunaken.

Terus terang, begitu keputusan Fordek tahun aka diadakan di Manado, saya kebingungan dan menghadap kepada Bapak Rektor. Alhamdulillah kebingungan saya diobati oleh Bapak Rektor, dengan mengatakan “kita sukseskan”.

Sambutan berikutnya oleh Ketua Forum Dekan (Dr. Yusuf Rahman, MA). Beliau menyampaikan bahwa selama kegiatan Forum Dekan yang sempat dihadiri, baru kali ini diacarakan dan diterima resmi oleh Wali Kota. Patut kita berterima kasih dan mengapresiasi kepada Bapak Wali Kota Manado atas perhatiannya yang cukup tinggi kepada kegiatan Fordek Ushuluddin.

Kemudian Forum ini wadah kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk diskusi pengembangan fakultas Ushuluddin, peningkatan peringkat akreditasi prodi, implementasi Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka (Kurikulum MBKM), Pertukaran mahasiswa dan dosen, dan evaluasi perjalanan Fakultas Ushuluddin.

Yang berbeda dengan Forum Dekan yang sudah kita laksanakan sebelumnya, adalah Fordek kali ini dirangkai dengan Annual Conpference yang diawali dengan Keynote Speaker oleh Prof. Dr. Amin Abdullah dan Rektor IAIN Manado. Sampai malam ini pemateri yang sudah mendaftarkan dirinya sebanyak 7 orang Pemakalah.

Sambutan berikut adalah dari Rektor IAIN Manado (Delyus Punari Salim, Ph.D), beliau menyampaikan bahwa saya adalah rektor minoritas di IAIN Manado, karena dari komunitas yang beraviliasi di Muhammadiyah.

Kedua keilmuan saya termasuk tidak linier, S1 Ilmu al-Qur’an dan Tafsir (IAT), S2 Sosiologi, dan S3 Politik. Tetapi karena di sini rizki saya, dari sekian banyak teman angkatan saya yang lulus pembibitan dosen yang ditugaskan di beberapa STAIN, IAIN dan UIN, saya yang di Manado yang menjadi Rektor.

Kemudian pada kesempatan ini saya secara pribadi dan secara kelembagaan melalui para senior yang hadir ingin berubah bentuk dari IAIN Manado ke UIN Manado, biar sebutannya sejajar dengan Universitas lain di Manado, seperti Universitas Negeri Manado, Universitas Syamratulangi, Universitas Kristen, dan Universitas Terbuka. Kita yang dari kementerian Agama masih IAIN.

Setelah sambutan Rektor selesai, acara diselingi oleh penampilan group Hadrah Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwan IAIN Manado.

Berikutnya Sambutan Wali Kota Manado (Andrei Angauw), beliau menyampaikan terima kasih kepada para Dekan atas dipilhnya Manado sebagai tuan rumah, terkhusus kepada Ibu Inayah yang telah berhasil menjadi Promotor yang mengarahkan Bapak Ibu ke Manado (bukan Provokator).

Terus terang tatkala Pak Dekan (Bapak Adi Gunawan) melapor ke saya, beliau sambil gemetaran karena kebingungan menjadi tuan rumah. Saya katakan saya siapkan aula untuk acara sambutan dan semua keperluan pembukaan dibiayai oleh Wali Kota (disambut riuh dengan tepuk tangan peserta).

Walikota Manado, kemudian mengucapkan Selamat Datang kepada para peserta Forum di Kota Manado, yang merupakan ibu kota dari provinsi Sulawesi Utara. Kota Manado seringkali disebut sebagai Menado. Manado terletak di Teluk Manado, dan dikelilingi oleh daerah pegunungan. Semoga Bapak Ibu betah di Manado.

Tema kegiatan Forum kali ini “Mewujudkan Fakultas Ushuluddin yang Unggul dan Terekognisi Global”. Jangan hanya rekognisi global, tetapi penting juga rekognisi lokal. Seluruh program fakultas Ushuluddin sebaiknya merambah ke tengah-tengah masyarakat lokal, sehingga meresap dan bermanfaat bagi masyarakat dan bangsa.

Penutupan berakhir pukul 21.30 dengan dibaca do’a yang dipimpin oleh Ustadz Muhammad Fitri Adam.  Kemudian ditutup dengan pemberian cindera mata dan foto bersama.

Hari Kedua

Pada hari kedua Jum’at, 3 Juni 2022 dimulai pukul 08.00 Wita dengan agenda Annual Conference yang diawali dengan Keynote Speaker oleh Prof. Dr. Amin Abdullah, Ph.D.

Beliau menyampaikan materi terkait dengan “Agama, Sains, dan Covid-19, Inklusivitas Agama dan Sosial”. Dalam pemaparan beliau selama kurang lebih 30 menit beliau memulai pemaparannya dengan menjelaskan dengan menjelaskan dirinya bahwa saya bukanlah dikenal dengan afiliasi Muhammadiyah, di seluruh kampus dan kalangan mahasiswa, saya dikenal sebagai ilmuan.

Begitu yang seharusnya terutama bagi Bapak Ibu di Ushuluddin, harus dikenal sebagai ilmuan bidang Ushuluddin, bukan Ushulul Mazhab. Kemudian judul yang diberikan ke saya, Inklusivitas itu saya ganti dengan Permiabilitas Agama, yang memiliki makna Agama dan Sains bisa saling menembus, bukan dikotomi.

Kemudian beliau juga menyampaikan, bahwa dalam mengkaji agama, harus ada dialog yang keras antara agama dan ilmu pengetahuan, supaya tidak absolut ansih. Jika tidak ada dialog, maka sesuatu itu akan cepat kadaluarsa.

Ada ungkapan, Jika tidak mau dialog dengan ilmu pengetahuan, maka dia tidak memiliki keturunan yang baik.  Prof Amin menutup pemaparannya dengan statemen, “Keilmuan tidak bisa dibirokrasikan”.

Pada sesi berikutnya adalah pemaparan makalah oleh Rektor IAIN Manado dengan judul “Local leaders and Islamic Activition in Indonesia.” Yang merupakan artikel hasil penelitian di Sulawesi Utara dan Sumatera Barat.

Yang dihajatkan dalam penelitian tersebut adalah apakah agama itu penting dalam pemilu pada daerah mayoritas maupun minoritas. Terbukti dari hasil sebaran angket, banyak dari umat Islam memilih calon yang tidak beragama Islam.

Pak Rektor IAIN Manado mengakhiri pamaparannya dengan menyebutkan kenyataan bahwa dari jumlah umat Islam 40% di Manado, ada 25% yang memilih calon kepala daerah dari umat Islam, berarti 15% umat Islam memilih calon di luar Islam. Demikian pula di Sumatera Barat, dari 35% umat Islam, ada 25% yang memilih calon dari Islam, berarti ada 10% yang memilih calon di luar Islam.

Selesai pemaparan Prof. Amin Abdullah dan Rektor IAIN Manado, dilanjutkan dengan panel pemakalah dari unsur Dekan se Indonesia. Yang telah siap menyampaikan makalah dari 40 yang diundang, hanya 9 orang yang ready, yakni M. Yusuf Rahman, Ahmad Fauzi, Nunu Burhanuddin Adang Kuswaya, Inayah Rahmaniyah, M. Afif, Masrukhan, Shofaus Shafawati, dan Nur Fadilatunnisa.

Pemaparan dilakukan secara panel dan berlangsung dua jam tiga puluh menit, karena waktu untuk menunaikan shalat jum’at, pemakalah harus mengakhiri pemaparannya.

Setelah pemaparan makalah, kami memanfaatkan kesempatan mengunjungi pasar yang terkenal ekstrim di Manado, karena menjual beberapa hewan liar dan buas, seperti ular, kelelawar, anjing, babi, dan lain-lain.

Sesampai di pasar tersebut, ternyata benar bahwa pasar yang diberi nama “Pasar Beriman” itu berada di sebuah daerah bernama Tumohon, kurang lebih satu setengah jam naik kendaraan dari hotel. Di Pasar tersebut memang menjual hewan-hewan buas dan liar, seperti ular, babi, anjing, kelelawar, dan lain-lain yang lokasinya khusus dalam satu kompleks pasar.

Selepas shalat jum’at diadakan musyawarah kerja Dekan Ushuluddin se-Indonesia. Musyawarah para Dekan membincang tema-tema penting untuk pengembangan lembaga ke depan, antara lain bagaimana menaikkan akreditasi prodi ke jenjang unggul, bagaimana membuat IKI dan IKU, pengisian e-SMS, dan bagaimana memotivasi dan memfasilitasi kenaikan pangkat bagi dosen-dosen ke jenjang Guru Besar.

Setelah perbicangan masalah-masalah yang sifatnya penting sudah selesai, dan secara umum Fakultas Ushuluddin di seluruh Indonesia menjadi lirikan stakeholders, maka  tugas forum ini menjadikan fakultas Ushuluddin setara dengan fakultas lainnya.

Untuk memaksimalkan peran Forum Dekan ini, masing-masing departeman diminta oleh Ketua Forum untuk melakukan FGD pada departemen masing-masing untuk menyusun program unggulan. Setelah FGD selesai, masing-masing departemen mempresentasikan hasil FGD.

Sebelum sesi hari kedua selesai, agenda berikutnya adalah musyawarah penentuan lokasi Forum Dekan tahun 2023. Seluruh peserta diminta untuk mengusulkan lokasi Forium Dekan untuk setahun akan datang.

Dari sekian peserta secara aklamasi meminta kesediaan UIN Mataram sebagai tuan rumah. Dan karena seluruh peserta berharap di Mataram Lombok, akhirnya Dekan FUSA menyetujui untuk kegiatan Forum Dekan 2023 berlokasi di UIN Mataram.

Agenda hari kedua diakhiri dengan penandatanganan MoU tujuh Dekan Ushuluddin sebagai kegiatan penutup pada hari kedua, dan rangkaian agenda dari pagi hingga senja hari dinyatakan telah selesai.

Hari Ketiga

Pada hari ketiga (Sabtu, 4 Juni 2022) kegiatan forum dekan dilaksanakan di lokasi destinasi wisata “Bunaken”. Sebuah pulau kecil yang berada di tengah lautan wilayah Manado dengan jarak tempuh menggunakan perahu sekitar 50 menit.

Peserta Forum Dekan berangkat dari hotel Sintesa Peninsula pada pukul 07.30 menuju dermaga penyebrangan. Karena jumlah peserta dan panitia sektar 90 orang, maka rombongan diangkut menuju Bonaken dengan menggunakan tuga perahu besar.

Sampai di Bunaken sekitar pukul 09.00 waktu Manado, disambut panitia yang sudah stand bay di lokasi. Peserta Forum Dekan dibagi menjadi dua yakni group Snorkeling yang sudah siap untuk menyelam dan group yang menikamti keindahan taman laut dengan menggunakan perahu kaca.

Kedua group menaiki perahu yang berbeda dengan jarak tempuh sekitar 15 menit ke tengah laut. Di temoat inilah benar-benar kita melihat alam yang berbeda. Keindahan taman laut sungguh luar biasa, wajar kalau dijadikan destinasi wisata Snorkeling tingkat internasional.

Rombongan Forum Dekan berada di Bunaken sekitar 6 jam, pada pukul 14.30 meninggalkan Bunaken dengan tiga perahu yang digunakan saat berangkat pada pagi harinya.

Sekembali dari destinasi wisata Bunaken, seluruh peserta Forum Dekan beristirahat hingga sore hari, karena pada malam hari ba’da magrib akan dilakukan penutupan kegiatan oleh Dekan Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah IAIN Manado.

 

 

Hari Keempat

Pada hari keempat, tepatnya hari Ahad 5 Juni 2022, rombongan sebelum meninggalkan Manado, diagendakan untuk melihat-lihat kampus IAIN Manado sebagai tuan rumah pelaksanaan Forum Dekan 2022.

Di lokasi kampus yang tidak terlalu jauh dari tempat penginapan, peserta diminta untuk berkeliling kampus dan melihat-lihat gedung Fakultas ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Manado.

Setelah itu para peserta khususnya tim UIN Mataram, bertolak menuju Bandara Samratulangi untuk kembali ke kampus UIN Mataram.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.Required fields are marked *