Perkuat Fokus Keilmuan, ASAGI Selenggarakan Pertemuan Konsorsium Ke-III di UIN Mataram

Asosiasi Sosiologi Agama Se-Indonesia (ASAGI) menyelenggarakan konsorsium ke-III dirangkaikan dengan seminar nasional tahun 2022 dari tanggal 29-30 Maret dengan Program Studi Sosiologi Agama Universitas Islam Negeri Mataram sebagai tuan rumah. Mengangkat tema besar Arah Baru Diskursus Sosiologi Agama Pasca Pandemi Covid 19 di Indonesia menghadirkan pembicara Dr. Suwendi, M.Ag, Kasubdit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Diktis Kemenag Ri, Dr. Moeh. Soehada, M.Hum ketua ASAGI, Dr. Inayah Rohmaniyah, M.A, M.Hum, menjadi perwakilan dosen Sosiologi Agama UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dan Dr. H. Abdul Wahid, M.Ag perwakilan dosen Sosiologi Agama UIN Mataram.

Ketua Panitia, Dr. Nuruddin, S.Ag, M.Si dalam sambutan pembuka acara yang berlangsung di Ballroom Hotel Grand Legi Mataram ini melaporkan perwakilan anggota ASAGI dari 15 PTKIN se-Indonesia. Yakni UIN Sunan Kalijaga mengirimkan 8 perwakilan dosen, IAIN Syeikh Nurjati Cirebon, mengirimkan 3 orang dosen, UIN Sumatera Utara mengirimkan 4 orang perwakilan, IAIN Bukittinggi perwakilan1 orang, STAIN Bengkalis dengan 4 orang perwakilan, UIN Alauddin Makassar mengirimkan 3 orang perwakilan, UIN Ar Raniry Banda Aceh dengan 2 orang perwakilan, IAIN Kediri 3 orang, IAIN Sultan Amai Gorontalo perwakilan 2 orang, UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung mengirimkan perwakilan 3 orang, IAIN Palopo 2 orang, IAIN Manado 1 orang, IAIN Ambon 2 orang, UIN Raden Intan Lampung 1 orang, IAIN Pare-Pare 1 orang, dan perwakilan dari UIN Mataram menghadirkan 11 orang perwakilan dosen.

Rektor UIN Mataram, Prof.Dr. H. Masnun, M.Ag dalam sambutannya sekaligus membuka acara cukup mengapresiasi kegiatan-kegiatan seperti ini sebagai upaya membangun jaringan intelektual. Pertemuan-pertemuan membahas arah keilmuan program studi yang ada di lingkungan PTKIN seyogianya memperkuat posisi asosiasi profesi seperti ASAGI ini, sekaligus membangun keterbukaan atas kritik dan saran atas masing-masing program studi Sosiologi Agama yang ada di PTKIN se-Indonesia.

 

Hal senada juga disampaikan Dekan Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama UIN Mataram, Dr. H. Lukman Hakim dalam sambutannya menyatakan upaya membangun kerjasama tingkat program studi antar berbagai kampus akan semakin terbuka peluang untuk mendukung kurikulum merdeka belajar kampus merdeka (MBKM) yang salah satu bentuk BKP yang bisa dilaksanakan yaitu pertukaran mahasiswa. Dekan yang mahir berpantun ini juga menekankan tentang pentingnya membangun kerjasama dengan banyak pihak dan lembaga agar eksistensi perguruan tinggi lebih khususnya program studi yang ada di PTKIN bisa memberikan sumbangsih besar dari lulusan yang dihasilkan.

Acara Seminar Nasional dibagi menjadi dua sesi, yang pertama mengangkat topik Core Study Sosiologi Agama di PTKIN, dengan pemateri Dr. Inayah Rohmaniah, M.A, M.Hum dan Dr. Moeh. Soehada, M.Hum, dimoderatori oleh Mahatva Yoga, M.A. Dr. Moeh. Soehada dalam paparannya lebih banyak menekankan pada metode dan topik yang seksis untuk diangkat dalam penelitian-penelitian sosiologi agama, bukan hanya untuk mahasiswa tetapi juga terintegrasi dengan penelitian dosen yang kolaboratif. Doktor Antropologi lulusan UGM ini juga menekankan distingsi yang mestinya dimunculkan sebagai ke-khasan dari program studi sosiogi Agama di masing-masing PTKIN.

Sementara pemateri kedua Dr. Inayah Rohmaniyah, M.A., M.Hum lebih banyak menyampaikan tentang perspektif keilmuan yang bisa dijadikan sebagai point of view dalam penelitian sosial keagamaan yang bisa dieksekusi mahasiswa ataupun dosen. Upaya memperkuat perspektif keilmuan yang multidisiplin bahkan juga transdisiplin adalah sesuatu yang niscaya untuk dilakukan dalam pengembangan prodi. Kandidat guru besar ini juga menekankan pentingnya membangun cara berpikir kritis pada mahasiswa untuk memperkuat keilmuan mereka sebagai civitas akademik sosiologi agama.

Sesi kedua setelah istirahat Shalat Zuhur mengangkat topik Trend Penelitian Sosial Keagamaan Pasca Pandemi Covid-19, menghadirkan pemateri pertama Dr. Suwendi, M.Ag selaku Kasubdit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Diktis Kemenag RI. Beliau lebih banyak menyampaikan tentang tema-tema yang bisa dieksekusi dalam penelitian berbiaya yang bisa diajukan pada litapdimas ataupun hibah-hibah penelitian lainnya. Penelitian Sosial Keagamaan menjadi tema yang menduduki posisi ke-3 pada proposal yang lolos di litapdimas tahun anggaran 2022 ini. Seperti halnya pemateri sebelumnya Dr. Suwendi juga mendorong agar riset-riset mahasiswa berkolaborasi dengan dosen agar arah penelitian mereka jelas dan mendapatkan pembimbing yang tepat sesuai minat penelitian mahasiswa. Beliau juga menyampaikan tentang tema-tema pada penelitian tahun 2022 yang lebih banyak difokuskan pada moderasi beragama pada tema Agenda Riset Keagamaan Nasional (ARKAN) sehingga tahun 2022 bisa disebut tahun Toleransi dalam riset sosial keagamaan.

Sementara itu Dr. H. Abdul Wahid, M.Ag lebih banyak berbicara tentang integrasi keilmuan yang bisa dilakukan dalam penelitian sosiologi agama dan upaya membangun fokus kajian yang seharusnya lebih banyak digeluti mahasiswa agar scope kajian sosiologi agama di PTKIN tidak mengkavling area studi yang lain. Beliau mengajukan konsep-konsep yang bisa dijadikan sebagai pondasi dalam penelitian sosial keagamaan terutama bagi dosen yang juga akan membimbing mahasiswa Sosiologi Agama, seperti keilmuan kolaboratif, transformatif sebagai acuan. Dr. H. Abdul Wahid, M.Ag juga termasuk yang cukup gelisah dengan topik-topik tugas akhir yang diajukan mahasiswa karena banyak yang jauh keluar dari scope sosiologi agama sehingga ketika pertanyaan-pertanyaan pembuka ketika menguji tugas akhir selalu dipertanyakan kaitannya dengan bidang sosiologi agama yang dipelajari mahasiswa. Lebih jauh beliau juga menekankan tentang penelitian kolaboratif dan transformatif yang bisa digeluti baik mahasiswa maupun dosen untuk mempertegas jaringan keilmuan dan distingsi yang bisa dimunculkan pada prodi sosiologi agama.

Acara  sesi konsorsium dan sharing atau curhat antar program studi sosiologi agama dilanjutkan di ruang Meeting Hotel UIN Mataram sampai Magrib, lalu dijeda dengan shalat magrib dan membersihkan diri secara bergantian. Acara dimulai kembali dengan pembahasan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) ASAGI dilanjutkan dengan pemilihan ketua dan pengurus ASAGI untuk masa bakti selanjutnya selama 4 tahun ke depan. Ketua sebelumbnya Dr. Moeh. Soehada, M.Hum menyampaikan laporannya selama menakhodai ASAGI bersama sekretaris Dr. Ihsan Sehat Shadiqin, M.Ag.

Acara konsorsium dan pemilihan pengurus berlangsung sampai pukul 23.45 lebih, dan forum memutuskan memberikan amanah kembali kepada Dr. Moeh. Soehada untuk menakhodai ASAGI untuk 4 tahun ke depan, dengan tim formateur kepengurusan akan disusun kemudian. Acara sharing tersebut juga dirumuskan agenda-agenda ASAGI untuk mengukuhkan geliat intelektual salah satunya dengan membangun posisi keilmuan ASAGI melalui publikasi.

Acara hari kedua dilanjutkan dengan agenda Tour ke beberapa tempat yang bisa memicu kreatifitas berpikir untuk memunculkan ide-ide riset sosial keagamaan. Salah satunya di area Sirkuit Mandalika, dilanjutkan dengan area KEK Kuta Mandalika, dan istirahat shalat di masjid Nurul Bilad. Agenda selanjutnya yaitu menuju Desa Adat Ende yang disiapkan tempat juga untuk santap siang. Di Desa Adat Ende langsung disambut oleh anak-anak kecil yang mengenakan pakaian khas Sasak dengan meneriakkan yel-yel untuk menyambut tamu. Di Desa adat tersebut juga sudah disediakan tontonan Presean, bahkan beberapa peserta yang merupakan dosen dari berbagai PTKIN tersebut juga sempat mencoba presean tersebut. Di sana juga diperlihatkan bagaimana konstruksi bangunan lantai tanah rumah yang dilumuri dengan kotoran kerbau.

Agenda mengelilingi desa adat Ende juga mengunjungi koperasi yang menampung produk-produk kain tenun dari desa tersebut. Di area depan pintu masuk desa adat disuguhkan pedagang yang menjual minuman khas untuk menambah stamina yang dinamakan Songgak. Beberapa peserta banyak yang tertarik mencoba setelah selesai berkeliling di desa adat Ende tersebut. Agenda dilanjutkan ke tokok Mutiara di Mataram dan terakhir menuju senggigi untuk menikmati Sunset dan berburu oleh-oleh khas Lombok di Toko oleh-oleh Sasaku, dan setelah Isya perjalanan dilanjutkan kembali ke Hotel UIN dengan terlebih dahulu makan malam bersama dengan jamuan dari ketua Panitia di perumahan Lingkar Pratama Mataram. (AR).

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.Required fields are marked *