Pelepasan Purna Bakti Bapak Aspan, S.Sos

Pada Jum’at 14 Januari 2022, Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama UIN Mataram harus rela kehilangan satu orang tenaga tendik yang sudah lama mengabdi di UIN Mataram yakni Bapak Aspan, S.Sos yang telah sampai pada ujung pengabdiannya pada tanggal 31 Desember 2021, beliau harus menanggalkan tugasnya dengan diterbitkannya SK Purna Bakti oleh Kementerian Agama RI.

Acara pelepasan Purna Bakti Bapak Aspan, S.Sos dihadiri oleh civitas akademika Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama UIN Mataram.

 

Dalam acara tersebut, Dekan FUSA Bapak Dr. H. Lukman Hakim, M.Pd memberikan kata-kata pelepasan sekaligus pesan moral bahwa Masa Pensiun bukanlah masa ya ng harus diratapi dengan pesimisme, akan tetapi satu periode kehidupan yang harus ditatap dengan penuh rasa syukur atas karunia Allah hingga diberikan kesempatan menikmati masa tua dengan banyak waktu untuk berkhidmat bersama keluarga.

Lebih lanjut Bapak Dekan berpesan bahwa satu hal yang harus terus dilakukan adalah memperbanyak pendekatan kepada yang di atas, dalam rangka mencapai rasa kedamaian dan ketenangan dalam menjalani kehidupan baru pasca Purna Tugas. Jangan sampai masa-masa purna tugas ini dilewati dengan aktivitas-aktivitas yang menjauh dari rumah ibadah, karena selain di rumah sendiri, ketenangan dan kedamaian itu akan dapat dirasakan apabila berkesempatan untuk hadir di rumah ibadah.

Kemudian perlu diingatkan kepada keluarga (terutama anak dan istri), jangan sampai memanjakan Bapak dengan memberikan makanan-makanan yang enak-enak dengan tujuan ingin membahagiakan Bapak di masa tua. Itu konsep dan rencana yang salah besar, mengingat usia Bapak saat ini mendekati 60 tahun, bahwa asupan-asupan karbohidrat dan lemak harus senantiasa dihindari atau dikurangi. Sangat baik apabila Bapak kembali kepada alam dengan menikmati hasil alam berupa sayur-sayuran dan kacang-kacangan, karena makanan seperti itulah yang paling menyehatkan untuk usia-usia menjelang masa tua.

 

Mengapa ini saya ingatkan? Karena saya memiliki pengalaman, bahwa ada sahabat yang orang tuanya memasuki masa purna tugas, demi membahagiakan orang tuanya, diberikanlah makanan-makanan yang enak yang dulu sewaktu aktif bertugas tidak pernah dimakan. Akhirnya orang tuanya bukannya tambah sehat, malah banyak penyakit yang diderita, antara lain Gula, Kolesterol, Asam Urat, dan Hipertensi.

Jadi, memanjakan dengan cara memberikan makanan-makanan yang enak di lidah, sesungguhnya bukanlah cara yang tepat untuk membuat Bapak sehat, tetapai cara itu malah akan mempercepat kematian buat Bapak.

Terakhir kami ucapkan terima kasih dan penghargaan yang sangat tinggi atas loyalitas dan dedikasi Bapak yang cukup baik hingga masa puna bakti di FUSA. Kami tidak bisa memberikan imbalan yang setimpal, insya Allah nanti Tuhan akan memberikan balasan yang lebih baik yang akan Bapak temukan di kehidupan abadi.

Sekali lagi atas nama seluruh civitas akademika FUSA UIN Mataram menghaturkan maaf apabila selama bersua di FUSA ada hal-hal yang kurang berkenan. Lebih dan kurangnya kami mohon maaf. Billahittaufik wal hidayah wallahul muwafiq ila aqwamit thariq… Waasalamu alaikum warahmatullah wabarakatuh.

Selanjutnya Dekan atas nama Fakultas menyerahkan bingkisan kepada Bapak Aspan S.Sos sebagai tali asih untuk saling kenang atas segala jasa dan pengabdian tulus beliau.

Setelah selesai sambutan dekan, acara pelepasan Bapak Aspan, S.Sos ditutup dengan makan bersama  yakni masakan khas Tulungagung “Ayam Lodo” bersama nasi jagung, nasi gurih, dan lontong yang disajikan oleh Ibu Dekan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.Required fields are marked *