Yudisium Offline Perdana FUSA di Tengah Pandemi

Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama (FUSA) Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram sukses melaksanakan yudisium yang ke-4 program sarjana tahun akademik 2020/2021.

Yudisium kali ini merupakan yudisium perdana yang dilakukan FUSA secara offline ditengah pandemi, karena sebelumnya dilaksanakan secara delegasi.
Hal ini dibenarkan oleh Andri Winarto selaku panitia yudisium.

“Sebelumnya kami hanya melakukan delegasi, yang hanya dihadiri oleh wisudawan-wisudawan terbaik dari setiap prodi. Tapi untuk semester ini, kita melibatkan seluruh peserta karena memang jumlahnya hanya 29 orang dan tidak terlalu mengumpulkan masa” ujar Andri ketika ditemui Tim Ro’yuna di sela acara (Jum’at, 05/02/21)

Kegiatan yang diadakan di lantai 1 FUSA tersebut dihadiri oleh Rektor, Wakil Rektor I, Wakil Rektor II, Wakil Rektor III, Kepala biro AUAK, Kepala biro AAKK dan 29 peserta yudisium, yang terdiri dari 19 mahasiswa jurusan Sosiologi Agama, dan 10 mahasiswa jurusan Ilmu Qur’an dan Tafsir.

Lebih lanjut Ia mengatakan bahwa sebenarnya ada 1 peserta yudisium dari jurusan Pemikiran Politik Islam (PPI) namun dicancel, karena menunggu akreditasi dari prodi dan akan melakukan yudisium susulan pada periode berikutnya.

Untuk persiapan yudisium ini, tidak ada kendala dari panitia. Pasalnya acara yudisium sudah pernah dilakukan sebelumnya, hanya saja ada beberapa persiapan tambahan karena melaksanakan yudisium ditengah pandemi, dimana seluruh peserta dan tamu undangan harus mematuhi protokol kesehatan. Seperti memakai masker, memeriksa suhu tubuh sebelum masuk ruangan dan mencuci tangan.

Dilain tempat Aji Indra Saputra selaku peserta yudisium berharap agar prodi IQT lebih baik lagi dan semua kekurangan dari prodinya bisa diperbaiki

“Soalnya prodi kami itu masih baru, kami pun angkatan kedua dari prodi ini, jadi tentu masih banyak kekurangan pada prodi kami” lanjutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.Required fields are marked *