HMJ Prodi PPI UIN Mataram Deklarasi Anti Hoax


Himpunan Mahasiswa Jurusan Pemikiran Politik Islam (PPI) Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama (FUSA) Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram mendeklarasi Politik Anti Hoax di halaman gedung pascasarjana

Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan Pemikiran Politik Islam (PPI), Riski Ajhelis mengungkapkan deklarasi tersebut bertujuan menolak segala bentuk berita yang menimbulkan rasa kebencian, permusuhan yang berlatar belakang suku, agama, ras dan golongan.

“Menyaring sebelum sharing berita yang benar sesuai fakta yang terjadi serta tidak menyebarkan berita hoax dan fitnah.”katanya

Ia menambahkan, dengan deklarasi ini dapat mengurangi konflik yang terjadi di kalangan mahasiswa dan masyarakat.”Kami sebagai mahasiswa pemikiran politik islam akan bersatu dalam menangkal isu-isu hoax yang menyebabkan konflik-konflik yang terjadi di tengah masyarakat,” katanya.

Riski juga berharap, Pemilu serentak pada tahun 2019 mendatang semoga dapat menghasilkan pemimpin-pemimpin yang berintegritas serta transparan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab yang baik.

Selain itu, mengajak mahasiswa menggunakan media sosial secara bijak, santun dan cerdas. Menjadi generasi yang selalu mentradisikan tabbayun dalam merespon isu-isu fitnah dan hoax.

Ketua Jurusan Pemikiran Politik Islam (PPI), Agus, M.Si mengajak para mahasiswa untuk mendukung aparat penegak hukum untuk menindak tegas penyebar hoax dan Mendukung suksesnya pemilu 2019 yang berintegritas, profesional, transparan dan berkepastian hukum.”Pemilu tahun 2019 merupakan pemilu yang istimewa bagi kita, karena ini pertama kali terjadi pemilu serentak antara presiden dan legislatif,”ungkapnya.

Menurutnya, Salah satu konsolidasi demokrasi adalah terbangunnya stabilitas politik, demokrasi dan pemilu. Kemudian segala bentuk prilaku yang mengganggu ke-tiga stabilitas itu terutama hoax, pihak akademis akan menolak semua itu.”Kita sebagai akademisi dan mahasiswa menyatakan diri untuk menolak semua itu,”tegasnya.

Agus juga berharap bahwa semua perwakilan mahasiswa yang hadir dan mengikuti deklarasi dapat menyampaikan kepada mahasiswa yang lain. “Deklarasi menolak politik hoax ini terus bergulir di kalangan mahasiswa,” harap Agus.

Seminar ini turut menghadirkan pemateri diantaranya Sekretaris Dinas Kominfotik provinsi NTB, Ach. Fairuz Abadi, dengan tema cara cerdas generasi milenial mengenal, memfilter, dan mencegah penyebaran hoax di media sosial.  Wakapolda NTB berantas konten Hoax dalam masyarakat, KPU NTB dengan materi peran KPU dalam mengatasi Hoax menjelang pemilu, serta BAWASLU NTB dengan materi menganalisis dan mengantisipasi isu sara politik.(Man/Aan)