Rapat Kerja Pimpinan UIN Mataram TA. 2019


Civitas akadememika Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama (FUSA) berpartisipasi pada Rapat Kerja Pimpinan Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram tahun anggaran 2019 bertempat di Hotel Aruma Hotel Senggigi tanggal selama 3 hari mulai tanggal 20 sampai 22 April. Salah satu program inti pada akhir tahun UIN Mataram adalah rapat pimpinan UIN Mataram TA. 2019. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pejabat dari Rektor, Para Wakil Rektor, Dekan, Para Wakil Dekan, para Kabag dan Kasubag, serta para Ketua Prodi dan Ketua unit lainnya yang berjumlah 140 orang.

            Raker Pimpinan TA. 2019 ini mengangkat tema “Penganggaran Tepat, Sinergitas Mantap dan Kinerja Meningkat”. Dengan tema ini Rektor mengharapkan agar kerja pimpinan harus berbasis Renstra dan Kinerja, agar penganggaran tepat sesuai perencanaan dan harapan. Selain itu Rektor juga sempat menyebutkan salah satu Fakultas yaitu Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama, harapan beliau agar kerjasama antara Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama dengan lembaga Pentashihan Mushaf al-Qur’an (LPMQ) Jakarta segera ditindaklanjuti dengan maksimal. Salah satu kerjasama yang dimkasud pak Rektor adalah kerjasama penyelanggaraan Workshop kajian tentang naskah kuno. Lanjut Rektor, beliau mendapat informasi bahwa ada naskah kuno yang berumur + 500 tahun yang berada di Kota Dompu, hal ini sangat penting untuk ditelusuri keberadaannnya dan dipelajari oleh Dekan FUSA dengan jurusan Ilmu Qur’an dan tafsir.

            Selain itu, Rektor juga mengharapkan agar Seluruh Civitas akademika harus kompak dalam kerjasama dengan berbagai pihak, baik internal Uin maupun stakeholder lainnya,  Seluruh Prodi di UIN Mataram harus kerjasama dalam persipan akreditasi,karena akreditasi ini tidak bisa ditawar kembali, kalau bisa harus mendapat nilai A.,  Seluruh Fakultas hendaknya berkompetisi dalam rangka pengembangan lembaga kedepan, Kerjasama seluruh Unit dengan institusi lain baik di dalam maupun luar negeri, hendaknya dilanjutkan dan dimaksimalkan, jangan tunggu bola, tetapi jemput bola.