Mahasiswa Sosiologi Agama Ngabuburit Bersama Lakpesdam Dan Korban Tindak Kekerasan

Mataram 12 Mei 2019, mahasiswa Program Studi Sosiologi Agama (SA) belajar teknik pendampingan korban kekerasan di Lakpesdam NU Kota Mataram. Perlunya Mahasiswa SA mempelajari hal tersebut dikarenakan akhir-akhir ini sering terjadi tindak kekerasan yang mengatasnamakan agama. Kegiatan yang dilakukan pada hari minggu ini diikuti oleh mahasiswa dilingkungan Fakultas Usluhuddin dan Studi Agama (FUSA) UIN Mataram.

Menurut Jayadi Ketua Lakpesdam Kota Mataram mengatakan Prodi SA UIN Mataram membangun kerjasama praktek pendampingan ini sangat membantu untuk membangun ide,  wacana baru dalam perspektif sosiologi. Selain itu juga, Jayadi menambahkan bahwa Lakpesdam Kota Mataram sangat berpengalaman dalam melakukan pendampingan khsusunya kekerasan yang mengatasnamakan agama. Tim pendamping Lakpesdam Kota Mataram mengajak seluruh mahasiswa SA untuk bertemu dan berinteraksi langsung dengan korban sehingga mahasiswa mengetahui dampak-dampak dari kekerasan tersebut.

Dalam kegiatan ini, Mahasiswa sangat antusias mengikutinya, terlihat dari aktifnya mahasiswa berkomunikasi dengan korban terkait kronologis kekerasan yang korban alami. Misla’ah salah satu mahasiswa mengaku merasa prihatin dengan kondisi yang diamali korban, disebabkan perbedaan cara pandang dalam memahami agama, mengakibatkan mereka harus tersisih dari pergaulan sosial.

Murdianto, M.Si Ketua Prodi SA mengakui bahwa, praktek pendampingan langsung seperti ini sangat perlu dilakukan oleh generasi muda, terutama mahasiswa sebagai agen perubahan yang kedepannya diharapakan sebagai pelopor dalam mengatasi aksi kekerasan. Prodi Sosiologi Agama FUSA UIN Mataram khususnya akan terus melakukan kajian dan praktek pendampingan serta mensosialisasikan pada masyarakat tentang bahayanya melakukan tindakan kekerasan terutama yang mengatasnamakan agama.*Baiquyun

(Visited 53 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *