MAHASISWA PPI BELAJAR PEMILU KE PENYELENGGARA

Perkembangan kepemiluan yang sangat dinamis,  bahkan lebih dinamis dibandingkan ilmu pengetahuan pemilu itu sendiri, menyebabkan pembelajaran mata kuliah Tata Kelola Pemilu pada prodi Pemikiran Politik Islam tidak cukup dilaksanakan di kelas. Dosen pengampu mata kuliah Tata Kelola Pemilu Agus, M.Si menyatakan di era Reformasi tata kelola Pemilu terus berkembang.  Perubahannya sangat cepat, isunya terus berkembang, sehingga setiap kali Pemilu kita ganti aturan maen atau regulasi, ungkan Agus.

Khusus pada Pemilu 2019, Agus mengatakan Pemilu kali ini merupakan Pemilu paling istimewa bagi Indonesia karena pertamakalinya Indonesia menyelenggarakan Pemilu serentak untuk pemilihan anggota legislatif dan pemilihan presiden dan wakil presiden. Namun dibalik keistimewaannya, Pemilu 2019 juga merupakan Pemilu paling rumit dan permasalahannya paling kompleks.  Permasalahan pemilu 2019 sudah muncul sejak proses pencalonan presiden dan wakil presiden, pemutakhiran data pemilih,  distribusi logistic, hingga pelaksanaan pungut hitung suara.  Akibat problematika di bagian hulu tadi, maka panitia adhock yakni KPPS, PPS dan PPK harus menerima beban pekerjaan yang luar biasa beratnya.  Saya mengatakan ini merupakan Pemilu yang sangat tidak manusiawi, coba saja lihat sudah lebih dari 200 jiwa melayang karena mereka kelelahan dan stress, ungkap Agus.

Program Studi Pemikiran Politik Islam sebagai Prodi yang memiliki perhatian terhadap isu-isu demokrasi, partai politik dan Pemilu, terpanggil untuk mempelajari lebih mendalam bagaimana praktek penyelenggaraan Pemilu 2019 yang sebenarnya.  Metodenya yakni teori yang diberikan mahasiswa di kelas cukup 40 % saja, sedangkan 60 % harus diperoleh melalui praktikum.

Untuk mendapatkan kedalaman pengetahuan dan keterampilan, mahasiswa dibagi dalam empat kelompok dengan lokasi praktikum yang tersebar di empat instansi, yakni Kantor KPU Provinsi NTB, Kantor Bawaslu Provinsi NTB, Kantor KPU Kota Mataram, dan Kantor Bawaslu Kota Mataram.  Tema yang diperdalam pada praktikum ini mencakup; pemutkhiran data pemiliih, sosialisasi dan pendidikan pemilih, serta pemungutan suara dan rekapitulasi suara.  Pelaksanaan praktikum dimulai dari tanggal 24 sampai tanggal 30 April 2019.  Setelah selesai praktikum mahasiswa diwjibkan membuat laporan dan melakukan seminar hasil di Prodi PPI. Demikian diungkapkan Agus, Ketua Program Studi PPI, UIN Mataram.  #Abdul_Karim

(Visited 6 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *