JELANG PEMILIHAN UMUM 2019, HMJ PPI GELAR SOSIALISASI ANTI HOAX

Ratusan mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama (FUSA) Universitas Islam Negeri Mataram. mengikuti deklarasi dan sosialisasi anti hoax, yang digelar oleh himpunan mahasiswa Pemikiran Politik Islam (PPI) yang di laksanakan di gedung pascasarjana UIN Mataram,senin ( 19/11).

Kegiatan ini dalam upaya mewujudkan kontestasi politik 2019 yang sejuk dan damai.

Dalam giat tersebut Drs H Tajudfin selaku Wakapolda NTB, mengajak para peserta acara untuk mengenali hoax dan bahayanya terhadap keutuhan bangsa.

Terkait dengan berita hoax Wakapolda menghimbau para peserta untuk mengverifikasi berita agar tidak terjerumus dalam penyebaran hoax. “Kita menyampaikan sosialisasi, kalau menerima berita itu jangan cepat menyebarkan, harus diklarifikasi dulu sehingga bisa meminimalisir. Karena hoax itu dapat mengganggu, mulai dari kecil hingga besar yang sampai membawa-bawa RAS, itu yang sangat berbahaya. Bangsa kita kan beragam, jangan terpecah belah karena berita-berita hoax dan lain sebagainya,” katanya didepan para peserta sosialisasi.

Menurutnya, penyebaran hoax di Indonesia sangat masif di tahun politik, khususnya menjelang Pileg dan Pilpres 2019. Minimnya literasi yang dimiliki masyarakat, diakui menjadi salah satu problem utama terhadap upaya menangkal berita-berita hoax yang selama ini beredar.

“Saya pernah membaca tulisan, dari tingkat literasi kita saja, dari 61 negara, kita ini nomor 60 daya literasinya. Berarti kan, kita mungkin membaca berita itu secara tidak utuh. Mungkin headline nya bagus tapi isinya tuh berita hoax atau sebaliknya,” paparnya.

Wakapolda NTB. menyebutkan, penggunaan gadget di kalangan pelajar memberikan resiko tersendiri, apabila tidak disertai dengan pemahaman literasi dan sosialisasi dini terkait unsur-unsur bahaya yang bisa diakses bebas melalui internet.

“Tadi saya bertanya kepada mereka, siapa yang tidak punya handphone, tidak sampai 10 orang. Artinya, hampir semua memiliki handphone. Padahal kalau kita lihat data, 170 juta masyarakat Indonesia punya handphone dan 132 juta itu terhubung dengan internet. Ini kan mereka bisa mengkonsumsi berita-berita itu,” ungkapnya.

Karena itu, dengan adanya sosialisasi ini, ia berharap para Mahasisa/i dan dosen nantinya dapat lebih cermat dan bijak dalam menyikapi sebuah berita. Hal ini demi terlaksananya kontestasi politik yang jujur dan terbebas dari segala macam hoax.

“Kontestasi politik biar berjalan alamiah saja, tidak terganggu dengan berita-berita hoax yang dapat mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa kita. Jadi disini kita sampaikan, teman-teman media juga ikut menyampaikan untuk menjaga ini, saya kira kita akan bisa menjaga negara ini,” pungkasnya.

Acara sosialisasi juga dirangkaikan dengan deklarasi dihadiri oleh Drs H Tajudin Wakapolda NTB, Lalu Aksar Ansori ketua KPU NTB, Umar ahmad seth, MH komisioner bawaslu dan perwakilan Kominfo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *